Views Of Life
Ikhlaskan Takdir Hidup?
Iya benar. Dalam hidup pasti kau temukan banyak hal, banyak cerita pun kisah. Entah yang kau suka atau yang tidak pernah kau inginkan. Kadang terfikir "mengapa aku diberikan jalan seperti ini? mengapa aku takbisa menjadi seperti kebanyakan orang yang hidupnya terlihat sempurna? mengapa takdir ini harus aku yang menerima?" dan Blablabla.
Kawan, mau di Eluhkan seperti bagaimanapun yang kau bisa, takdir takan berubah secepat yang kau ingin. Bagaimana mungkin semua akan terlihat menyenangkan sedangkan kau tidak menikmati hidup. Bagaimana mungkin hidup terasa begitu Indah jika kau sendiri tak mengindahkan jalan hidup. Terkadang, hidup yang kau Eluh kan, banyak yang menginginkan. Syukuri, dan cobalah meng-Ikhlaskan Takdir Hidup-mu. maka semua akan lebih indah kau rasa.
Tuhan yang Maha Esa tak akan menyalahi sebuah takdir untuk hamba-Nya, dan takdir tidak ada satupun yang buruk. Jika kau percaya padaku, kurasa kau telah mengalami banyak hal. Menjadi baik adalah sebuah penanaman modal masa depan, takdir yang kau katakan buruk itu adalah yang terbaik dari yang baik, takdir yang kau katakan buruk itu adalah jalan pembuka wawasan kepribadianmu dan bahkan, takdir yang kau katakan buruk itu pun "Masih" banyak orang yang menginginkan akan takdir yang kau Eluh-kan.
Siapa yang tahu bagaimana akhir dari kisah sebuah takdir? kau beranggapan jalan hidupmu buruk hanya karena kau tak menikmati setiap kehidupan, hanya karna kau tak melihat sisi indah dari setiap yang kau lalui, bahkan kau tak menyadari hikmah yang terangkat ke hidup mu sebab takdir yang kau katakan buruk.
Kawan, bukan maksud ku untuk mengajarkan padamu tentang takdir. Jujur saja, Aku pun sering terpeleset dalam kegagalan memahami hikmah takdir yang kudapati. Aku pun sering keseleo tentang bagaimana kumaknai setiap hal yang kulalui. selalu, aku hancur terlebih dahulu, aku menyalahi takdir secepat yang kumau, terkadang aku gagal mengerti maksud Tuhan ku memberi jalan hidup yang tak pernah ku bayangkan. Tapi satu yang terus ku genggam "Tuhan ku tahu yang terbaik, Aku hanya insan yang buta akan bagaimana hidup ku kedepan, aku memvonis tanpa alasan yang tepat, dan pada akhirnya aku salah dan kalah"
Mungkin nanti kau akan sampai di titik dimana kau berasa seperti "dipukul tapi tak lebam, ditampar tapi tak memar" titik dimana kau berasa seperti "hatimu patah tapi tak pisah, Kau Tenggelam tapi dilaut yang tak dalam". Hancur, kau akan hancur, perih layaknya sayatan yang tak terlihat. Saat dimana kau akan menyalahkan segalanya, menyalahkan takdir, pun menyalahkan sang penentu takdir. Kurasa itu wajar, sebab kau bukan Robot yang di ciptakan tanpa fikir dan rasa, tanpa cemas pun harap. Tapi jangan berlebihan kawan, keterpurukan akan keras mengetawai jatuh mu, mereka akan berpesta besar merayakan hari pilu mu. Jangan biarkan, bumi yang kau pijak pun tak sudi melihat kau didiperdaya oleh keterpurukan. Menangislah jika kau ingin, tumpahkan beban air di mata mu seperlunya saja, kemudian bangkit dari kawahmu, mulai strategi hebatmu dan lakuakan, kau akan menjadi orang yang luar biasa.
Jangan sesali segala hal di hari yang sudah menjadi angin lalu, segala hal yang menjadi cerita hidup mu, menjadi coretan aksi mu sebab, seperti kata pepatah lama "Yang lalu biarlah berlalu"
kau hanya perlu belajar Meng- Ikhlaskan Takdir Hidup- mu, sebab jika bukan begitu, kapan kau akan menikmati hidup? masalah hanya sebagai bumbu racikan cerita hidupmu, hanya gelombang dari lautan hikayat mu, semua akan berlalu dengan masanya, dengan semestinya.
"Ibarat gedung memerlukan tanjakan anak tangga untuk mencapai puncak nya , pun Ibarat buku cerita memerlukan banyak kata yang berlembar hingga mencapai judul besar selanjutnya"
Komentar
Posting Komentar